AYO! Diskusi Toko Online

DiskusiTokoOnline.com adalah media sharing semua hal tentang Toko Online. Silahkan mendaftar atau login terlebih dahulu untuk mulai berdiskusi.

Login dengan:
Home » Diskusi CMS
Diskusi Toko Online #6 hadir kembali di Malang. Dengan tema “JAGO COPYWRITING, JAGO CLOSING, BANYAK UANG MASUK REKENING”. Kunjungi link untuk mendaftar sekarang: http://bit.ly/distokon6
Laporkan segala bentuk penyimpangan forum, untuk segera ditindak lanjuti. Dengan mention @admin
8 Tips Membuat Toko Online Menggunakan CMS Drupal
  • image

    Apa
    kabar guys, kali ini kita akan sedikit mengulas tentang sebuah CMS yang
    cocok digunakan untuk membuat toko online, yaitu Drupal. Adakah yang
    sudah mencoba menggunakannya? mungkin kamu harus mencobanya. Drupal
    adalah salah satu CMS open source
    populer yang banyak digunakan untuk membangun situs ecommerce. Drupal
    adalah CMS yang sangat aplikatif untuk mendukung bisnis ecommerce.
    Dengan dukungan Drupal, kita bisa membangun portal web untuk komunitas atau forum, website perusahaan, blog, atau E-commerce.

    Drupal menyediakan berbagai fitur menarik untuk mendukung kebutuhan sebuah website e-commerce. Fitur tersebut bisa digunakan dan disesuaikan sesuai kebutuhan. Drupal memiliki konsep modular dan Extensible untuk mempermudah pengelolaan website. Berikut adalah 8 checklist untuk membangun toko online kita sendiri menggunakan Drupal.
     
     1. Ketahui tools yang digunakan
     
     Drupal terkenal karena memiliki ribuan module dengan fitur yang sederhana hingga yang kompleks. Tidak terkecuali e-commerce pada drupal, tools yang akan digunakan harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

    • Ubercart. Ini adalah sistem e-commerce yang menawarkan fitur standart shopping cart, terintegrasi dengan beberapa pembayaran, layanan informasi pengiriman, dan kemampuan untuk membuat order workflow secara otomatis. Kita bisa menambahkan beberapa fitur tambahan dengan module yang terkait. Terdapat lebih dari 18000 situs aktif dan ratusan pengguna/kontributor.
    • e-Commerce. Versi terbaru yang dilengkapi dengan e-commerce API, sehingga kita bisa mendefinisikan dan memilih komponen apa saja yang dibutuhkan untuk membangun situs e-commerce.
      Jumlah kontributor dan pengguna memang relatif lebih kecil dibandingkan
      dengan Ubercart, sehingga kita harus terbiasa jika harus melakukan
      pengembangan module sendiri.

    2. Jangan mengubah-ubah module
     
     Developers yang beralih ke Drupal dari sistem e-commerce lainnya biasanya akan tertarik mengubah beberapa baris kode untuk mengatasi perubahan string, masalah, atau kebutuhan bisnis. Masalahnya adalah jika module ini diubah-ubah maka ketika ada rilis update baru, module tersebut tidak bisa ter-update.
    Hal ini tentu akan menjadi masalah serius ketika kita tidak mendapatkan
    perbaikan keamanan terutama pada kontak pelanggan dan informasi
    pembayaran.
     
     3. Gunakan Secure Page Module
     
     Secure Page adalah module sederhana yang memungkinkan kita untuk melindungi salah satu atau semua path pada website menggunakan metode pola pencocokan sederhana. Jika telah memiliki sertifikat SSL yang terinstal, kita bisa masuk ke module administration form untuk mengkonfigurasi halaman mana saja yang ingin diamankan.
     
     4. WYSIWYG
     
     Ada
    banyak cara untuk menambahkan fungsi WYSIWYG ke situs Drupal, dan
    hampir semua dari mereka memiliki kecenderungan akan mengganggu
    textareas pada setting forms yang tidak mengandung kode HTML. Jika kita harus menggunakan WYSIWYG editor pada website, pastikan untuk menonaktifkannya pada setting forms yang menyimpan informasi kontak dan pengaturan pembayaran.
     
     5. Tampilkan produk dengan style yang sesuai dengan tema
     
     Tema Drupal umumnya tidak dirancang dengan pemasaran dan penjualan produk. Sehingga tombol Add to Cart dan Checkout tidak lebih menarik dari tombol Login atau Kontak. Untungnya, Drupal memungkinkan kita untuk membuat kustom template dan CSS sendiri untuk lebih memaksimalkan konversi. Sesuaikan tombol-tombol pada website dengan tema yang kita gunakan untuk lebih menarik perhatian pengguna.
     
     6. Kurangi “noise” pada halaman checkout
     
     Ketika pelanggan berakhir pada formulir checkout,
    kita harus membuat langkah ini menjadi mudah dan jelas bagi mereka
    untuk menyelesaikan pembelian dengan cara mengurangi hal-hal yang tidak
    perlu pada halaman checkout. Drupal’s core block system memungkinkan kita untuk dengan mudah menyembunyikan semua blok dan widget di area non-content pada website menggunakan pola pencocokan URL yang sama dengan Secure Pages Module.
     
     7. Gunakan Views untuk membangun katalog produk dan halaman penjualan
     
     Views adalah kunci dari semua module Drupal. Ini memungkinkan kita untuk melakukan filter terhadap semua konten pada website dan menampilkannya ke pengguna dalam bentuk tabel, list, dan grid. Ubercart dan e-Commerce
    keduanya mendukung integrasi Views untuk produk sehingga kita bisa
    dengan mudah membuat katalog produk kustom, tampilan produk populer, dan
    produk terkait.
     
     8. Gunakan sistem review produk dan ratings
     
     Ketika
    seseorang melakukan order pada situs kita, tetaplah menjaga
    keterlibatan dengan mereka dengan cara menawarkan kesempatan untuk
    memberikan mereview dan penilaian tentang produk yang mereka beli.
     
     Mengaktifkan review produk semudah mengaktifkan Drupal core comment system pada halaman produk. Tambahkan ratings pada komentar menggunakan Fivestar module. Komentar dan ratings dari pelanggan akan ditampilkan pada Views, sehingga kita bisa memilih dan memilah produk yang ingin ditampilkan berdasarkan reviews terbaru dan ratings.
     
     Itulah 8 Tips Pilihan Membangun Toko Online
    Di Drupal. Selain Drupal ada beberapa CMS populer lainnya yang layak
    dicoba seperti Magento dan Openchart, kamu juga bisa menggunakan platform toko online Jejualan yang murah dan lengkap. Semoga bermanfaat!